Mengapa
ilmu pengetahuan itu penting?
Salah satu tujuan ilmu
pengetahuan adalah memahami dunia alam. Mengetahui sejumlah ilmu pengetahuan
dapat membantu kita menjelaskan hal-hal yang terjadi, seperti mengapa air
menguap dan tumbuhan tumbuh di tempat tertentu, apa yang menyebabkan wabah, dan
bagaimana cara kerja listrik. Pengetahuan ilmiah juga dapat membantu kita
meramalkan apa yang akan terjadi misalnya saja kapan akan terjadi gerhana
matahari, dimana badai akan menyerang pantai atau seberapa hebat wabah flu pada
musim hujan ini.
Sains tidak hanya
sekedar membahas pengetahuan. Sains juga merupakan proses eksplorasi yang kita
sebut penyelidikan ilmiah. Saat
ilmuan mencoba untuk mempelajari sesuatu tentang kejadian, objek, atau materi,
ia melakukan observasi, ingin tahu, dan bertanya. Kemudian ia meramalkan apa
yang ia rasa akan ditemukannya, dan mempersiapkan penyelidikan. Ia
mengobservasi dari dekat dengan inderanya dan peralatan untuk mengumpulkan
serta mencatat data atau bukti yang ia peroleh. Melalui analisis data yang
diperolehnya dan refleksi semua yang dilakukannya, ia mengembangkan gagasan dan
teori bari serta menyampaikan semua itu pada orang lain.
Fungsi
sains
1.
Sains membantu anak untuk berfikir
sistematis
Saat belajar sains kita
tentunya dituntut untuk berfikir secara logis dan matematis, dan tentunya itu
membantu kita dalam berfikir lebih sistematis, terutama dalam hal menghadapi
permasalahan di dunia dan menyangkut alam. Dengan belajar sains anak-anak akan
lebih dapat berfikir lebih logis dan membebaskan diri dari fikiran-fikiran
mengenai mistik dalam menghadapi gejala-gejala alam yang terjadi.
2.
Sains dapat menjelaskan gejala alam
serta hubungan satu sama lain antar gejala alam.
Sains merupakan
kumpulan pengetahuan mengenai alam, kita dapat dengan mudah merujuk ke
penjelasan alam untuk menjelaskan gejala-gejala alam disekitar kita. Misalnya
saja mengenai perubahan cuaca yang terjadi di Negara kita, darimanakah asalnya
awan, mengapa bunga mempunyai warna yang bermacam-macam, mengapa batang pohon
banyak lingkaran, dan lain-lain. Sains juga dapat menjelaskan mengenai alam
kehidupan sehari-hari yang menyangkut teknologi, listrik, radio, televise,
handphone dan alat komunikasi lainnya.
Kemampuan sains untuk
“menjelaskan” ini dimungkinkan karena sains mempunyai sifat-sifat utama:
1) Analitis, yaitu
dapat meneliti setiap bagian dari objek dengan seksama dan terstruktur.
2) Logis,
dapat difikirkan dan diamati dengan sederhana dan masuk akal, yang memberikan
serangkaian sebab-akibat dalam proses-prosesnya.
3) Sistematis,
urutan penjelasan harus ada dan sifatnya logis serta berhubungan dengan sebab-akibat
tadi. Selain itu, penjelasan masing-masing bagian adalah hasil dari
pengelompokan atau klasifikasi berdasarkan pemikiran logis, tidak berlawanan
satu sama lain namun dapat pula saling menunjang dan melengkapi.
4) Kausatif, menjelaskan
gejala alam berdasarkan penyebab-penyebabnya.
5) Kuantitatif, artinya
dapat diukur dan apa yang dilaporkan dalam bentuk angka-angka dapat dipercaya
secara statistika. Angka-angka maupun besaran ini merupakan hasil pengukuran
dengan metode-metode sains.
3.
Sains dapat digunakan untuk meramalkan
gejala alam yang akan terjadi berdasarkan pola gejala alam yang dipelajari.
Salah satu sifat sains adalah kausatif.
Jika ada hokum alam berarti gejala alam dapat dijamin akan mengikuti alam
tersebut. Atau pengamatan ilmiah mengenai suatu objek akan menghasilkan
pengetahuan mengenai objek tersebut dan pengamatnya dapat mengenali gerak-gerik
objeknya serta meramalkan langkah-langkah alamiah objeknya. Misalnya dalam hal
meramal cuaca pada setiap daerah di Indonesia, pihak BMKG akan mengamati pola
gerak awan dan suhu pada setiap daerah dan mulai dapat meramalkan cuaca
disetiap daerah.
4.
Sains dapat digunakan untuk menguasai
alam dan mengendalikannya demi kepentingan manusia.
Dengan serangkaian pengamatan serius
mengenai gejala alam dan dengan demikian sifat-sifatnya diketahui manusia,
manusia akan berusaha mengatur dan mengendalikan alam dengan tujuan tertentu
yang berkaitan dengan kepentingan manusia sendiri. Fungsi sains inilah yang
paling terasa manfaatnya bagi manusia. Contoh sederhananya saja, kita dapat
memanfaatkan tenaga angin menjadi tenaga listrik melalui kincir angin.
5. Sains
digunakan untuk melestarikan alam karena sumbangan ilmunya mengenai alam.
Melalui
pengamatan dan analisis yang mendalam mengenai alam, ilmuan akan tahu sampai
dimana alam dapat dimanfaatkan dan sampai dimana alam justru dirusak oleh
aktivitas manusia. Dengan pengetahuan inilah sebenarnya alam yang sudah
terlanjur rusak dapat direhabilitasi dan dijaga dari pihak pelaku yang tidak
bertanggung jawab.
Mengapa
kita harus memulai sains pada tahun-tahun prasekolah?
Rasa
penasaran anak-anak akan dunia alam, rasa ingin tahu mereka merupakan pijakan
yang kuat untuk mereka bekerja dan bermain. Dengan rasa penasaran ini dan
kebutuhan untuk bertanya, mengeksplorasi bagaimana cara kerja sesuatu, dan
melihat dari dekat dunia alam disekitar mereka.
Penerapan sains untuk
anak usia dini dapat direncanakan dalam bentuk kurikulum sains. Kurikulum sains
penting bagi kelas anak usia dini sehingga dalam menerapkan sains menjadi
bagian yang wajar dan kritis dari pembelajaran awal anak anak-anak. Dengan
materi yang diseleksi dengan seksama dan bimbingan yang penuh perhatian,
eksplorasi anak-anak akan mendorong mereka untuk mengobservasi lebih dekat,
mengembangkan gagasan baru tentang dunia, dan membuat fondasi pengalaman dan
gagasan untuk membangun pemahaman selanjutnya. Sains di ruang kelas anak-anak
usia dini juga memberikan konteks yang kaya yang dapat dikembangkan anak-anak
untuk kepentingan lainnya, termasuk dalam pemahaman bahasa, matematika dan
kerja sama dengan temannya yang lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Wonorahardjo, Surjani.2011.DASAR-DASAR SAINS.Jakarta.Indeks
Chalufour, Ingrid and Karen Worth.2009. Mengenal Alam bersama Anak-Anak.
Jakarta. PT. Gading Inti Prima

.jpg)